
Ternate, Warta Ekonomi – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Provinsi Maluku Utara pada Semester I Tahun 2026 menunjukkan tren yang positif. Di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi daerah, pendapatan negara mengalami pertumbuhan yang signifikan, sementara realisasi Belanja Pemerintah Pusat juga terus mengalami akselerasi sebagai indikator meningkatnya pelaksanaan program pembangunan di wilayah Maluku Utara.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku Utara, Sakop, menyampaikan bahwa realisasi pendapatan APBN Regional hingga Juni 2026 mencapai Rp3,40 triliun atau 56,39 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp6,04 triliun.
Menurut Sakop, capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan yang sangat kuat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Semester I 2025, realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp2,07 triliun, sehingga pada tahun ini terjadi peningkatan sebesar 64,03 persen secara tahunan (year on year).
"Peningkatan pendapatan negara menunjukkan aktivitas ekonomi di Maluku Utara terus berkembang. Di sisi lain, percepatan realisasi Belanja Pemerintah Pusat menjadi indikator bahwa berbagai program pembangunan pemerintah mulai berjalan lebih optimal dan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah," ujar Sakop.
Pertumbuhan pendapatan negara tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal pemerintah dalam membiayai berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, percepatan belanja pemerintah dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. Penyaluran anggaran yang tepat waktu dan tepat sasaran diharapkan mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi Maluku Utara.
Pemerintah berharap sinergi antara optimalisasi penerimaan negara dan percepatan belanja dapat terus dipertahankan pada semester berikutnya sehingga target APBN 2026 dapat tercapai sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Maluku Utara.
"Capaian pendapatan yang tumbuh signifikan menjadi indikator membaiknya aktivitas ekonomi di Maluku Utara. Kami akan terus mengoptimalkan pengelolaan APBN agar mampu mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat." Sakop


.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar