Johor 2025: Ekonomi Melonjak 8 Persen, Singapore Kian Strategis sebagai Mitra Investasi - Warta Global Ekonomi

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Johor 2025: Ekonomi Melonjak 8 Persen, Singapore Kian Strategis sebagai Mitra Investasi

Senin, 24 Agustus 2026


Pertumbuhan ekonomi Johor kembali menjadi sorotan setelah berlangsungnya sesi perbincangan meja bulat bersama Maybank,Poto netti 
JOHOR, MALAYSIA — WartaGlobal.Id

Pertumbuhan ekonomi Johor kembali menjadi sorotan setelah berlangsungnya sesi perbincangan meja bulat bersama Maybank Singapore dan Singapore Manufacturing Federation (SMF) yang mempertemukan perwakilan dari 39 perusahaan dan organisasi lintas sektor.

Forum tersebut menghimpunkan pelaku usaha dari sektor keuangan, manufaktur dan engineering, kesehatan, ekonomi digital, infrastruktur hingga utilitas. Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan perkembangan ekonomi Johor serta membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas dengan dunia usaha Singapura.

Dalam sesi tersebut, disampaikan bahwa fundamental ekonomi Johor sepanjang 2025 menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Data resmi Department of Statistics Malaysia (DOSM) mencatat Johor menjadi negara bagian dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Malaysia pada 2025, yakni 8,0 persen, meningkat signifikan dibandingkan pertumbuhan 6,5 persen pada 2024.

Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Johor juga meningkat dari RM158,3 miliar pada 2024 menjadi RM170,9 miliar pada 2025.

Jasa menjadi mesin utama pertumbuhan

Sektor jasa menjadi salah satu motor terpenting ekspansi ekonomi Johor.

Pada 2025, sektor jasa Johor tumbuh 9,9 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 6,0 persen pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh subsektor utilitas, transportasi dan pergudangan, teknologi informasi dan komunikasi (ICT), perdagangan grosir dan eceran, makanan-minuman serta akomodasi.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa ekonomi Johor tidak lagi semata-mata bertumpu pada aktivitas manufaktur konvensional. Transformasi menuju ekonomi berbasis jasa, logistik, digital dan konektivitas semakin terlihat.

Posisi geografis Johor yang berhadapan langsung dengan Singapura menjadi keunggulan strategis tersendiri.

Manufaktur tetap menjadi tulang punggung

Di sektor manufaktur, Johor mencatat pertumbuhan 4,0 persen pada 2025. Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh industri produk elektrik, elektronik dan optikal, serta produk minyak nabati dan hewani serta industri pengolahan makanan.

Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh sangat kuat hingga 26,7 persen pada 2025, meskipun melambat dibandingkan pertumbuhan 42,4 persen pada 2024.

Pertumbuhan konstruksi menunjukkan besarnya aktivitas pembangunan fisik dan infrastruktur di Johor, yang menjadi salah satu fondasi penting bagi ekspansi kawasan industri, perdagangan, logistik dan konektivitas regional.

Johor dan magnet investasi

Daya tarik Johor juga tercermin dari kinerja investasi.

Data Malaysian Investment Development Authority (MIDA) menunjukkan Johor mencatat RM91,1 miliar investasi yang disetujui pada 2025, tertinggi di antara seluruh negara bagian Malaysia. Posisi berikutnya ditempati Selangor dengan RM51,9 miliar dan Kuala Lumpur RM45,9 miliar.

MIDA menyebut kedekatan Johor dengan salah satu pusat ekonomi paling maju di Asia serta keberadaan Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ) menjadi faktor penting yang memperkuat posisi Johor sebagai tujuan investasi.

Di sinilah forum bersama Maybank Singapore dan SMF memperoleh relevansi strategis.

Kehadiran 39 perusahaan dan organisasi dari berbagai sektor menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai Johor tidak hanya berkaitan dengan perdagangan tradisional, tetapi sudah bergerak menuju agenda yang lebih luas: rantai pasok regional, manufaktur bernilai tambah tinggi, digitalisasi, infrastruktur, layanan kesehatan, energi dan utilitas.

Singapore bukan sekadar tetangga

Hubungan ekonomi Johor-Singapura memiliki dimensi yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar hubungan perdagangan antarwilayah.

Data DOSM menunjukkan Singapura merupakan salah satu sumber utama investasi langsung asing (FDI) Malaysia. Pada 2025, Singapura termasuk negara dengan posisi FDI kumulatif terbesar di Malaysia. Pada akhir 2025, posisi FDI Singapura di Malaysia mencapai RM302,3 miliar atau 28,3 persen dari total posisi FDI Malaysia.

Pada saat yang sama, MIDA mencatat Singapura menjadi sumber terbesar investasi asing yang disetujui Malaysia pada 2025 dengan nilai RM52,7 miliar.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa hubungan ekonomi kedua negara memiliki basis modal dan jaringan bisnis yang sangat kuat.

Bagi Johor, kedekatan dengan Singapura memberikan keuntungan berupa akses terhadap modal, teknologi, pasar, jaringan logistik, sumber daya manusia serta rantai pasok global.

Dari kawasan perbatasan menuju koridor ekonomi

Yang menarik, perkembangan ekonomi Johor 2025 menunjukkan adanya perubahan paradigma.

Johor tidak lagi sekadar dipandang sebagai wilayah yang berada di sebelah Singapura. Johor berpotensi menjadi mitra strategis dalam ekosistem ekonomi lintas batas.

Kombinasi antara infrastruktur, kawasan industri, pelabuhan, tenaga kerja, kedekatan dengan Singapura serta JS-SEZ dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling melengkapi.

Singapura memiliki kekuatan pada sektor keuangan, teknologi, jasa profesional dan jaringan global. Johor memiliki ruang industri, infrastruktur, sumber daya serta kedekatan geografis.

Jika dikembangkan secara terintegrasi, keduanya dapat membentuk rantai nilai regional yang lebih kompetitif.

Tantangan berikutnya: jangan berhenti pada angka investasi

Namun, keberhasilan ekonomi tidak cukup diukur dari besarnya investasi yang masuk.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: berapa besar nilai tambah yang tinggal di Johor?

Investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, memperkuat perusahaan domestik, mengembangkan teknologi dan meningkatkan produktivitas.

Pemerintah Johor juga perlu memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur publik, kualitas pelayanan, kelestarian lingkungan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan kata lain, investasi bukan sekadar soal berapa ringgit yang masuk, tetapi seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Momentum Johor-Singapore

Secara nasional, ekonomi Malaysia tumbuh 5,2 persen pada 2025, sementara Johor tumbuh 8,0 persen dan menjadi negara bagian dengan pertumbuhan tertinggi.

Kinerja tersebut memberikan modal kuat bagi Johor memasuki fase baru pembangunan ekonomi.

Pertemuan dengan Maybank Singapore dan Singapore Manufacturing Federation menjadi salah satu kanal penting untuk mempertemukan pemerintah, institusi keuangan dan dunia usaha.

Bagi Johor, tantangannya kini bukan lagi sekadar menarik investasi.

Tantangannya adalah menjadikan Johor sebagai pusat produksi, logistik, teknologi, jasa dan inovasi yang terhubung langsung dengan Singapura serta rantai ekonomi global.

Jika momentum ini mampu dijaga, maka pertumbuhan 8 persen pada 2025 bukan sekadar angka statistik.

Ia dapat menjadi tanda bahwa Johor sedang bergerak dari ekonomi berbasis lokasi menjadi ekonomi berbasis konektivitas dan nilai tambah.

WartaGlobal Membidik:

Johor memiliki modal geografis yang tidak dimiliki banyak wilayah lain. Berhadapan langsung dengan Singapura adalah keunggulan. Tetapi keunggulan geografis hanya akan menjadi kekuatan ekonomi apabila diterjemahkan menjadi investasi berkualitas, industri bernilai tambah, tenaga kerja kompetitif dan kesejahteraan masyarakat.

Sumber data: Department of Statistics Malaysia (DOSM) dan Malaysian Investment Development Authority (MIDA).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memuat konten...