Kejar 1 GW Panas Bumi pada 2028, PGEO Buka Jalan Ekspansi dan Akuisisi Aset Geothermal - Warta Global Ekonomi

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Kejar 1 GW Panas Bumi pada 2028, PGEO Buka Jalan Ekspansi dan Akuisisi Aset Geothermal

Senin, 10 Agustus 2026

Pertamina Geothermal Energy Raih Peringkat Pertama ESG Tingkat Dunia (Pertamina)

SURABAYA, Global Ekonomi - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memasang target agresif untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi yang dikelola sendiri hingga mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028.

Target tersebut menjadi bagian dari strategi ekspansi PGEO untuk memperkuat fundamental bisnis sekaligus meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang. Manajemen meyakini pertumbuhan kapasitas pembangkit akan berdampak terhadap profitabilitas dan memberikan imbal hasil yang lebih menarik bagi pemegang saham.

“Harapan kami tentunya dengan fundamental yang solid dan berkelanjutan maka akan dapat tercermin di valuasi perseroan di market,” kata manajemen PGEO dalam Investor Meeting & Connectivity 2026 di Surabaya, dikutip Minggu (9/8/2026).

Untuk mengejar target 1 GW tersebut, PGEO saat ini memusatkan perhatian pada pengembangan sejumlah proyek panas bumi, termasuk proyek co-generation serta Hululais Unit 1 dan Unit 2.

Langkah tersebut menunjukkan perusahaan tidak hanya mengandalkan kapasitas pembangkit yang telah beroperasi, tetapi juga menyiapkan sumber pertumbuhan baru untuk memperbesar portofolio energi panas bumi.

PGEO juga membuka peluang pertumbuhan melalui jalur non-organik. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah akuisisi aset panas bumi. Strategi ini dapat menjadi alternatif untuk mempercepat penambahan kapasitas dibandingkan hanya mengandalkan pembangunan proyek baru dari awal.

Bagi perusahaan, ekspansi kapasitas menjadi penting di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap sumber energi yang lebih rendah emisi. Panas bumi memiliki karakteristik sebagai sumber energi terbarukan yang dapat beroperasi secara relatif stabil sehingga berpotensi mendukung transisi energi nasional.

Namun, ekspansi menuju kapasitas 1 GW juga menuntut kemampuan perusahaan menjaga efisiensi investasi, penyelesaian proyek, serta tingkat keekonomian setiap aset. Besarnya belanja modal dan kompleksitas pengembangan lapangan panas bumi menjadi faktor yang perlu diperhitungkan agar pertumbuhan kapasitas tidak justru menekan kinerja keuangan.

PGEO berharap ekspansi tersebut pada akhirnya mampu memperkuat fundamental perseroan dan meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor. Manajemen menilai valuasi pasar seharusnya dapat mengikuti apabila pertumbuhan kapasitas dan profitabilitas berjalan secara berkelanjutan.

Dengan kombinasi pengembangan proyek organik dan peluang akuisisi aset, PGEO kini menempatkan target 1 GW sebagai salah satu tonggak penting pertumbuhan perusahaan hingga 2028. (Redaksi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memuat konten...