Di Tengah Gejolak Global, Kepala KSP Dudung Gaungkan Undang-Undang Perekonomian Nasional: Saatnya Indonesia Kembali ke Jalan Ekonomi Pancasila - Warta Global Ekonomi

Mobile Menu

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Di Tengah Gejolak Global, Kepala KSP Dudung Gaungkan Undang-Undang Perekonomian Nasional: Saatnya Indonesia Kembali ke Jalan Ekonomi Pancasila

Selasa, 04 Agustus 2026

                          Poto Istimewa 

Jakarta – WartaGlobal.Id
Krisis ekonomi global, konflik geopolitik, hingga persaingan teknologi dunia menjadi alarm bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonominya. Di tengah tantangan tersebut, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman, memimpin peluncuran buku pemikiran Soemitro Djojohadikusumo sekaligus membuka Simposium Nasional bertajuk "Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045."

Forum yang digelar di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta, Selasa (4/8/2026), bukan sekadar peluncuran buku. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menggagas arah baru pembangunan ekonomi Indonesia melalui pembentukan Undang-Undang Perekonomian Nasional sebagai pijakan pembangunan jangka panjang.

Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo kembali diangkat sebagai inspirasi. Menurutnya, ekonomi tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan dan keuntungan, tetapi harus menjadi instrumen untuk menghadirkan keadilan sosial, memperkuat kedaulatan bangsa, serta meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Di tengah kompetisi global yang semakin ketat, para peserta simposium menilai Indonesia membutuhkan sistem ekonomi yang mampu mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi industri bernilai tambah, memperkuat riset dan teknologi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta menjaga kemandirian ekonomi nasional.

Konsep Ekonomi Politik Pancasila menjadi salah satu fokus pembahasan. Paradigma ini menempatkan negara sebagai pengarah pembangunan yang menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pemerataan, perlindungan sektor strategis, dan keberlanjutan pembangunan.

Simposium tersebut mempertemukan akademisi, ekonom, birokrat, pelaku usaha, tokoh masyarakat, aktivis, dan generasi muda untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang diharapkan mampu menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Penyelenggara menegaskan bahwa forum ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi intelektual semata, tetapi menghasilkan gagasan konkret yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nasional demi memperkuat daya saing Indonesia di tengah dinamika global.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Nusantara Centre bekerja sama dengan Banrehi dan Universitas Nusantara, dengan dukungan Ethos Group Indonesia, PT Hamasa, dan PT Sandi Jasa Estika.

WartaGlobal mencatat, gagasan mengenai Undang-Undang Perekonomian Nasional menjadi salah satu wacana penting yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan global sekaligus mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Keberhasilan implementasinya akan sangat bergantung pada konsistensi politik, kualitas regulasi, serta sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memuat konten...